Indonesia AI Institute

A research institute that focuses on the development, literacy, and application of artificial intelligence (AI) in Indonesia

Founded with a clear vision,
the Institute aims to:

Enhance AI literacy and capability among the Indonesian population, promoting innovation and research in AI that directly addresses local and national needs. It seeks to establish itself as a leading center and reference for AI technology development in Indonesia, while fostering a collaborative ecosystem that involves academia, industry, government, and society in advancing and implementing AI solutions.

Our Vision

To drive the development and implementation of artificial intelligence technology that supports Indonesia’s advancement.

Our Mission

Educate the public on the use and development of AI technology. Promote and facilitate research and the development of innovative and impactful AI applications.

Product & Research

From classrooms to factories, we craft AI solutions that solve real problems, spark innovation, and drive progress across Indonesia.

Products

Transformasi digital dan perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan menyelesaikan masalah. Dunia pendidikan kini menghadapi tantangan baru: bagaimana membantu siswa belajar menggunakan AI secara benar tanpa mengurangi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kualitas reasoning mereka.

Di satu sisi, AI menjadi teknologi yang akan sangat menentukan masa depan dunia kerja dan pendidikan. Siswa perlu memahami cara menggunakan AI sejak dini agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat. Namun di sisi lain, penggunaan AI yang tidak tepat dapat menimbulkan ketergantungan terhadap jawaban instan dan mengurangi keterlibatan kognitif siswa dalam proses belajar.

Penggunaan AI bukan sekadar mengetik prompt lalu menerima jawaban. Kualitas hasil AI sangat bergantung pada kualitas cara berpikir penggunanya. Karena itu, siswa perlu belajar bagaimana membangun konteks, melakukan eksplorasi, menyusun prompt yang tepat, serta mengevaluasi hasil AI secara kritis.

Berdasarkan materi pengembangan platform, penggunaan AI tanpa pendekatan pembelajaran yang tepat dapat menyebabkan siswa:

  • langsung mencari jawaban instan,
  • tidak melakukan eksplorasi,
  • tidak membangun reasoning sendiri,
  • serta mengalami penurunan kemampuan problem solving dan critical thinking.

Tantangan utama pendidikan saat ini bukan lagi apakah siswa boleh menggunakan AI atau tidak, melainkan bagaimana siswa dapat belajar menggunakan AI secara bertanggung jawab dan tetap mempertahankan kualitas berpikir mereka.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, hadir AI Learning Platform, sebuah platform pembelajaran yang dirancang untuk membantu sekolah, guru, dan siswa belajar menggunakan AI secara produktif, terarah, dan tetap menjaga kualitas kemampuan kognitif siswa.

Pendekatan Pembelajaran di Era AI

AI Learning Platform memperkenalkan pendekatan pembelajaran yang berbeda dibandingkan model penugasan konvensional.

Sebelum era AI, tugas umumnya berbentuk pertanyaan langsung dengan jawaban yang relatif seragam. Dalam kondisi tersebut, siswa dapat dinilai hanya berdasarkan hasil akhir. Namun di era AI, pendekatan seperti ini menjadi kurang relevan karena AI dapat dengan mudah menghasilkan jawaban instan.

Melalui AI Learning Platform, proses pembelajaran dirancang agar siswa:

  • menggunakan AI secara aktif dan berkelanjutan,
  • melakukan eksplorasi bertahap,
  • membangun kerangka berpikir sendiri,
  • dan menghasilkan output yang unik sesuai proses belajar masing-masing.

Framework pembelajaran yang digunakan terdiri dari:

  1. Divergent Entry Point
    Setiap siswa memulai dari konteks atau titik awal yang berbeda.
  2. Convergent Workflow
    Siswa mengikuti alur kerja bertahap yang mendorong proses eksplorasi dan reasoning.
  3. Divergent Output
    Hasil akhir menjadi lebih autentik karena dipengaruhi proses interaksi AI masing-masing siswa.

Pendekatan ini membantu:

  • mencegah plagiarisme,
  • meningkatkan keterlibatan kognitif siswa,
  • dan tetap memudahkan guru dalam melakukan penilaian.

Sistem Penilaian yang Lebih Komprehensif

Dalam pembelajaran berbasis AI, penilaian tidak lagi hanya berfokus pada hasil akhir. AI Learning Platform membantu guru melakukan evaluasi secara lebih menyeluruh, meliputi:

  • hasil akhir tugas,
  • kerangka berpikir siswa,
  • kedalaman eksplorasi,
  • serta kualitas penggunaan AI.

Melalui platform ini, guru dapat melihat proses interaksi siswa dengan AI sehingga proses belajar menjadi lebih transparan dan terukur. Dengan demikian, AI tidak digunakan sebagai alat untuk mencari jawaban instan, melainkan sebagai sarana untuk membangun kemampuan berpikir, eksplorasi, dan problem solving siswa.

Mempersiapkan Pendidikan Masa Depan

AI akan menjadi bagian penting dalam kehidupan dan dunia kerja di masa depan. Karena itu, kemampuan menggunakan AI secara efektif dan bertanggung jawab akan menjadi kompetensi yang sangat penting bagi generasi mendatang.

AI Learning Platform hadir sebagai solusi untuk membantu institusi pendidikan mempersiapkan siswa menghadapi era AI, bukan dengan melarang penggunaan AI, tetapi dengan mengajarkan bagaimana menggunakan AI secara cerdas, kritis, dan produktif.

Products

Transformasi digital dalam dunia pendidikan tidak hanya mengubah cara siswa belajar, tetapi juga mengubah cara guru merancang dan mengelola proses pembelajaran. Tuntutan administrasi akademik yang semakin kompleks membuat guru perlu menyiapkan berbagai dokumen pembelajaran secara sistematis, mulai dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), modul ajar, hingga perangkat evaluasi.

Di sisi lain, guru juga dituntut untuk lebih fokus pada kualitas pembelajaran, pengembangan kompetensi siswa, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan masa depan. Kondisi ini menghadirkan tantangan tersendiri karena proses penyusunan dokumen pembelajaran sering kali memerlukan waktu yang panjang dan beban administratif yang besar.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, hadir AI Teaching Tools, sebuah solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk membantu guru menyusun dokumen perencanaan pembelajaran secara lebih cepat, sistematis, dan efisien.

Mendukung Guru dalam Perencanaan Pembelajaran

AI Teaching Tools merupakan platform yang membantu guru dalam menyusun berbagai dokumen pembelajaran, khususnya:

  • Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
  • Alur Tujuan Pembelajaran (ATP),
  • serta dokumen pendukung pembelajaran lainnya.

Dengan memanfaatkan teknologi AI, proses penyusunan perangkat ajar menjadi lebih terstruktur dan adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran.

Guru tidak lagi harus memulai seluruh dokumen dari awal secara manual. Platform ini membantu menghasilkan draft perencanaan pembelajaran berdasarkan:

  • mata pelajaran,
  • jenjang pendidikan,
  • capaian pembelajaran,
  • topik materi,
  • maupun pendekatan pembelajaran yang digunakan.

Dengan demikian, guru dapat lebih fokus pada strategi pengajaran dan kualitas interaksi pembelajaran di kelas.

Efisiensi dan Konsistensi Dokumen Pembelajaran

Salah satu tantangan utama dalam penyusunan perangkat ajar adalah menjaga konsistensi antara tujuan pembelajaran, materi, aktivitas, dan asesmen. AI Teaching Tools membantu guru menyusun dokumen yang lebih terintegrasi sehingga alur pembelajaran menjadi lebih jelas dan terarah.

Melalui platform ini, guru dapat:

  • mempercepat proses penyusunan RPP dan ATP,
  • memperoleh struktur dokumen yang sistematis,
  • menyesuaikan pembelajaran dengan capaian kurikulum,
  • serta mengurangi beban administratif yang repetitif.

Pendekatan ini memberikan efisiensi waktu yang signifikan sehingga guru memiliki lebih banyak ruang untuk melakukan inovasi pembelajaran dan pendampingan siswa.

Mendukung Transformasi Pendidikan Berbasis AI

Pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan bukan bertujuan menggantikan peran guru, melainkan memperkuat kapasitas guru dalam menjalankan proses pembelajaran yang lebih efektif dan adaptif.

AI Teaching Tools dikembangkan dengan pendekatan bahwa teknologi seharusnya menjadi alat bantu profesional yang mendukung kualitas pendidikan. Dengan bantuan AI, guru dapat:

  • menyusun perangkat pembelajaran secara lebih cepat,
  • meningkatkan kualitas perencanaan pengajaran,
  • menjaga keselarasan dokumen akademik,
  • serta lebih siap menghadapi transformasi pendidikan digital.

Meningkatkan Fokus Guru pada Proses Pembelajaran

Perencanaan pembelajaran yang baik merupakan fondasi penting dalam menciptakan proses belajar yang efektif. Namun, ketika terlalu banyak waktu tersita untuk pekerjaan administratif, ruang guru untuk berinovasi dalam pembelajaran menjadi terbatas.

AI Teaching Tools membantu mengurangi beban administratif tersebut sehingga guru dapat lebih fokus pada:

  • pengembangan metode pembelajaran,
  • interaksi dengan siswa,
  • pendampingan proses belajar,
  • serta peningkatan kualitas pembelajaran secara keseluruhan.

Penutup

Perkembangan teknologi AI membuka peluang baru dalam mendukung transformasi pendidikan yang lebih efektif, efisien, dan adaptif. AI Teaching Tools hadir sebagai solusi untuk membantu guru menyusun dokumen perencanaan pembelajaran secara profesional tanpa mengurangi kualitas dan esensi proses pendidikan.

Dengan dukungan teknologi AI, guru dapat bekerja lebih efisien, lebih terstruktur, dan lebih fokus pada hal yang paling penting: membangun pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.

Products

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek kritikal dalam operasional industri modern, khususnya pada sektor dengan tingkat risiko tinggi seperti pertambangan, konstruksi, manufaktur, energi, dan industri proses lainnya. Dalam lingkungan kerja yang kompleks, perusahaan dituntut untuk memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan aman, terdokumentasi dengan baik, serta sesuai dengan standar keselamatan seperti SMK3 dan ISO 45001.

Namun dalam praktiknya, pengelolaan keselamatan kerja masih sering menghadapi berbagai tantangan, mulai dari proses pelaporan yang lambat, dokumentasi manual yang tidak efisien, hingga kesulitan dalam monitoring dan evaluasi implementasi program K3 secara menyeluruh.

Untuk menjawab tantangan tersebut, hadir BeeOHS, sebuah platform manajemen keselamatan dan kesehatan kerja modern yang diperkaya dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu organisasi mengelola sistem K3 secara lebih mudah, cepat, akurat, dan terintegrasi.

 

Transformasi Digital K3 dengan Dukungan AI

BeeOHS bukan sekadar sistem digitalisasi dokumen K3. Platform ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengguna (user experience) melalui integrasi teknologi AI yang membantu mempercepat proses administrasi, mempermudah pelaporan, serta meningkatkan efektivitas pengelolaan keselamatan kerja secara keseluruhan.

Teknologi AI di dalam BeeOHS membantu pengguna dalam:

  • mempercepat input data,
  • menyusun laporan secara otomatis,
  • membantu standardisasi dokumentasi,
  • mengurangi kesalahan administratif,
  • serta meningkatkan efisiensi operasional K3.

Pendekatan ini memungkinkan implementasi keselamatan kerja menjadi lebih praktis tanpa mengurangi kualitas dokumentasi dan kepatuhan terhadap standar keselamatan.

 

Incident Reporting Berbasis AI dan Voice Input

Salah satu inovasi BeeOHS adalah fitur AI-Assisted Incident Reporting.

Dalam kondisi lapangan, khususnya saat terjadi insiden atau kecelakaan kerja, proses pelaporan sering kali menjadi tantangan karena pengguna harus mengetik laporan secara detail di tengah situasi operasional yang mendesak. BeeOHS mengatasi kendala ini melalui teknologi pelaporan berbasis suara (voice-based reporting).

Melalui fitur ini, pengguna cukup menyampaikan kronologi kejadian menggunakan suara. Teknologi AI kemudian akan:

  • mengubah suara menjadi teks,
  • menyusun laporan insiden secara otomatis,
  • merapikan struktur bahasa,
  • serta menghasilkan dokumen Incident Report yang lebih profesional dan sistematis.

Sebelum laporan dikirimkan, pengguna tetap dapat melakukan:

  • pengecekan ulang,
  • pengeditan isi laporan,
  • maupun penambahan informasi penting lainnya.

Dengan pendekatan ini, proses pelaporan insiden menjadi:

  • lebih cepat,
  • lebih mudah digunakan di lapangan,
  • tetap terdokumentasi secara profesional,
  • dan mengurangi risiko kehilangan informasi penting saat kejadian berlangsung.

 

Platform K3 yang Proaktif dan Terintegrasi

BeeOHS membantu organisasi mengelola keselamatan kerja secara proaktif melalui berbagai fitur terintegrasi, di antaranya:

Hazard Identification & Risk Assessment (HIRA)

Sistem membantu identifikasi potensi bahaya, penilaian risiko, serta pengelolaan mitigasi secara sistematis untuk mendukung pengendalian risiko yang lebih efektif.

Safety Observation & Reporting

Pengguna dapat melakukan pelaporan kondisi tidak aman, unsafe action, maupun observasi keselamatan secara langsung melalui sistem digital yang mudah diakses.

Incident Investigation & Root Cause Analysis

BeeOHS mendukung proses investigasi insiden secara terstruktur, termasuk analisis akar penyebab menggunakan metode seperti 5 Why dan Fishbone Analysis.

Corrective Action Report

Seluruh tindak lanjut hasil audit, inspeksi, maupun investigasi dapat dimonitor melalui sistem pemantauan tindakan korektif yang terintegrasi.

Safety Program Management

BeeOHS membantu perusahaan mengelola program keselamatan kerja seperti pelatihan, audit, simulasi darurat, dan kampanye keselamatan secara lebih sistematis.

Performance Evaluation & KPI Monitoring

Perusahaan dapat memonitor performa keselamatan kerja melalui dashboard dan indikator kinerja berbasis data real-time untuk mendukung evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.

Permit to Work (PTW) Management

BeeOHS menyediakan pengelolaan digital Permit to Work untuk pekerjaan berisiko tinggi sehingga proses approval dan monitoring pekerjaan menjadi lebih terkendali.

 

Teknologi Modern untuk Operasional Industri

BeeOHS dibangun menggunakan pendekatan teknologi modern yang mendukung kebutuhan operasional industri saat ini, meliputi:

  • On-Premise Software untuk keamanan dan kontrol data perusahaan,
  • aplikasi mobile untuk operasional lapangan,
  • serta teknologi VR/MR untuk pelatihan keselamatan yang lebih imersif dan interaktif.

Integrasi teknologi AI dalam ekosistem BeeOHS memberikan nilai tambah yang signifikan dalam meningkatkan efisiensi, kemudahan penggunaan, dan kualitas implementasi sistem keselamatan kerja.

 

Membangun Budaya Keselamatan Kerja yang Lebih Efektif

Implementasi K3 yang efektif tidak hanya membutuhkan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga memerlukan sistem yang mampu mendorong keterlibatan pengguna, kemudahan operasional, dan pengambilan keputusan berbasis data.

Dengan dukungan AI, BeeOHS membantu organisasi membangun budaya keselamatan kerja yang:

  • lebih responsif,
  • lebih proaktif,
  • lebih terdokumentasi,
  • dan lebih adaptif terhadap kebutuhan operasional modern.

 

Penutup

Perkembangan Artificial Intelligence membuka peluang baru dalam transformasi sistem keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai sektor industri. BeeOHS hadir sebagai platform K3 modern yang memadukan digitalisasi operasional dengan teknologi AI untuk membantu organisasi meningkatkan efisiensi, kualitas dokumentasi, serta efektivitas implementasi keselamatan kerja.

Melalui pendekatan yang inovatif dan user-friendly, BeeOHS membantu perusahaan membangun sistem keselamatan kerja yang lebih modern, terintegrasi, dan siap menghadapi tantangan industri masa depan.

Management Team

Meet the people leading our mission to build an inclusive, ethical, and forward-looking AI ecosystem in Indonesia.

Our Advisors

Dr. Eng. Ayu Purwarianti, S.T, M.T.

Researcher of the Artificial Intelligence Center, Institut Teknologi Bandung

Iim Fahima Jachja

Founder of Queenrides and Young Global Leader of the World Economic Forum

Our Experts

D.Sc. (Tech.) Imam Santoso, ST., M.Phil.

Lecturer in the Department of Metallurgical Engineering at the Institut Teknologi Bandung (ITB)

10

Prof. Ari Widyanti, S.T., M.T., Ph.D.

Professor at the Industrial Engineering Department, Institut Teknologi Bandung (ITB)

Esther Agustin

Executive Director at INDEF

Dr. William Chandra Tjhi

Head of Applied Research at AI Singapore

07

Dr. Kurnianingsih

Chair, Information Management, IEEE Region 10

Dr. Derry Wijaya

Associate Professor and Course Coordinator, Data Science

Our Supervisor

Dr. Muh Tamimuddin H., M. T.

Supervisor

Our Executives

08

Noudie de Jong

Executive Director

09

Aden Budi

Treasury

Wildan Ghiffarie Budhi

Secretary

Working Pillar

Our core pillars guide how we shape a future-ready AI ecosystem — ethical, inclusive, impactful, and accessible for all.

AI Ethics & Governance

Ensuring responsible AI usage through ethical frameworks and transparent governance practices.

AI Literacy

Improving AI understanding across all sectors to foster informed decision-making and innovation.

AI for Humanity

Applying AI to address societal challenges and improve quality of life for all Indonesians.

AI Democratization

Making AI accessible to diverse communities, promoting equitable opportunities and solutions.

Frequently Asked Question

Find quick answers to common questions about our programs, initiatives, and how you can get involved.

Find quick answers to common questions about our programs, initiatives, and how you can get involved.

Our programs are open to teachers, business leaders, women, students, and the general public. We welcome all individuals interested in understanding and applying AI.

Workshop information and registration links are shared on our website and social media. Just follow the link, fill out the form, and wait for confirmation from our team.

Most of our programs are free or subsidized. Some may require a fee depending on the format and partner involvement, which will be clearly stated in each program info.

Yes, we provide online workshops, webinars, and training sessions to make AI learning accessible from anywhere in Indonesia.

We collaborate with universities, industries, and government agencies through joint research, consulting, and programs. To explore potential collaborations, feel free to contact our team directly via email or through the contact form on our website.

AI Literacy is the ability to understand, use, and think critically about AI. Our programs aim to equip communities with essential knowledge to navigate and shape an AI-powered world.

Yes. We offer internship and volunteer opportunities in research, education, and community programs. Open calls are posted on our channels, or you can contact us directly.

Our office is at Jl. Ir. H. Juanda No. 50, Citarum, Bandung Wetan, Bandung. While based in Bandung, our programs reach audiences across Indonesia through online and offline channels.

You can contact us through our website, email [email protected], or via Instagram @aiinstituteid. We’ll be happy to assist.

Articles

Explore insights, ideas, and updates on how AI is shaping education, industry, and everyday life in Indonesia.

Why Building an AI-Literate Nation Starts with Teachers, Business Leaders, and Women

To create a future-ready society, AI literacy must go beyond tech hubs and into classrooms, boardrooms, and communities.

Read more >

Making AI Work for Humanity: Turning Technology into Real-World Impact

Artificial Intelligence isn’t just about algorithms, it’s about solving real problems. From healthcare to education, discover how

Read more >

Ethics in AI: Why Governance Matters More Than Ever

As AI continues to influence every part of society, ethical frameworks and transparent governance are no longer optional. Learn

Read more >

Event

Indonesia AI Institute (IAII) bersama UN Women menyelenggarakan Expert Group Meeting bertema AI dan Perempuan yang mempertemukan para pakar, praktisi hukum, akademisi, perwakilan pemerintah, dan aktivis hak perempuan untuk mendiskusikan secara mendalam ancaman teknologi kecerdasan buatan terhadap keselamatan perempuan di ruang digital. Forum ini menjadi ruang penting untuk memetakan risiko, mengidentifikasi kesenjangan regulasi, dan mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang. 

Tren KBGO yang Terus Meningkat

Shinta Ressmy dari SAFEnet mengungkapkan tren yang mengkhawatirkan: kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) di Indonesia melonjak dari 900 kasus pada 2023, menjadi 1.300 di 2024, dan 2.300 di 2025. Kini, AI telah menjadi senjata barunya. Kasus deepfake pornografi saja mencapai 46 kasus hanya dalam tiga bulan pertama 2025, dengan alat yang kini bisa diakses siapa saja dengan biaya sangat murah.

Nenden Sekar Arum dan Nurul Fazrie menegaskan bahwa fenomena ini sulit ditangani karena belum ada kerangka hukum yang mampu menjangkau kejahatan berbasis AI secara menyeluruh. Fakta yang paling memprihatinkan: korban termuda tercatat berusia 6 tahun, platform global masih mengalihkan risiko ke pengguna, dan wajah public figure digunakan tanpa izin dalam konten digital.

Perempuan: Paling Terdampak, Paling Jarang Didengar

Data menunjukkan 60% korban kekerasan seksual berbasis teknologi adalah perempuan. Dwi Juliawati dari UN Women menyebut kondisi ini sebagai manifestasi pelanggaran HAM yang bersumber dari tata kelola yang tidak berjalan baik. Iim Fahima dari IAII menambahkan bahwa selama pengambil keputusan belum memiliki kesadaran yang memadai, perlindungan perempuan di ruang digital akan terus diabaikan.

Isu yang lebih mendasar turut disorot: mayoritas teknologi dibangun tanpa melibatkan perempuan. Padahal inklusi yang nyata bukan hanya soal siapa yang menggunakan teknologi, tetapi siapa yang membangun dan membuat kebijakannya.

Kesenjangan Hukum dan Literasi Digital

Di sisi regulasi, Dedy Permadi dari Kemenko PMK mencatat bahwa meski UU TPKS cukup progresif, implementasinya belum efektif. Banyak aparat memilih pasal yang lebih lemah, penyidik minim keahlian digital, dan belum ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab atas kejahatan berbasis AI.

Dari sisi literasi, Derry Wijaya dari Monash University menegaskan bahwa pendidikan digital harus dimulai sejak dini. Maulana Akbar dari BRIN menambahkan bahwa tantangan ini terjadi di tiga level sekaligus: individu, masyarakat, dan pemerintah sementara AI terus berkembang jauh lebih cepat dari kesiapan semua pihak.

Event

Indonesia AI Institute (IAII) bersama UN Women menyelenggarakan AI Literacy Session khusus bagi tim internal UN Women Indonesia. Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam membekali para praktisi pemberdayaan perempuan dengan pemahaman yang mendalam tentang kecerdasan buatan tidak hanya sebatas cara penggunaan, tetapi juga cara berpikir kritis terhadap teknologi yang semakin membentuk dunia. 

Sesi ini berangkat dari sebuah kesadaran penting: memahami AI bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan terutama bagi mereka yang bekerja di garis terdepan pemberdayaan perempuan. Di dunia yang semakin digerakkan oleh algoritma, perempuan tidak boleh hanya menjadi objek data. Mereka harus menjadi bagian dari pihak yang merancang, mempertanyakan, dan mengawasi teknologi itu sendiri.

Pembahasan dalam sesi ini mencakup lima topik utama:

  1. Apa itu AI dan bagaimana cara kerjanya
  2. Jenis-jenis AI yang ada saat ini
  3. Sesi praktik langsung: Eksplorasi interaktif untuk memahami cara kerja AI secara nyata
  4. AI risk: Identifikasi potensi bahaya AI dan kelompok yang paling terdampak
  5. AI governance: Bagaimana memastikan AI berkembang secara etis dan berkeadilan

Kolaborasi antara IAII dan UN Women dalam sesi ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mendorong ekosistem AI yang inklusif dan berkeadilan gender. UN Women, sebagai badan PBB yang berfokus pada kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, memiliki jaringan dan konteks yang kuat untuk mengintegrasikan perspektif gender dalam adopsi teknologi.

Event

Indonesia AI Institute (IAII) kembali melanjutkan inisiatifnya dalam meningkatkan literasi kecerdasan buatan di kalangan tenaga pendidik melalui kegiatan AI Literacy for Teachers yang diselenggarakan di SMAN 3 Purwakarta pada 13 Febuari 2025. 

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendasar hingga praktis mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence dalam proses pembelajaran. Para guru diajak untuk mengenal berbagai konsep AI serta bagaimana teknologi ini dapat membantu meningkatkan efektivitas pengajaran di kelas. Melalui pendekatan yang interaktif, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat dalam diskusi serta eksplorasi penggunaan berbagai tools berbasis AI yang relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi. Diskusi aktif antara narasumber dan peserta menciptakan suasana pembelajaran yang kolaboratif dan dinamis.Berbagai contoh implementasi AI dalam pendidikan diperkenalkan, mulai dari pembuatan materi ajar yang lebih menarik, hingga pemanfaatan AI untuk mendukung personalisasi pembelajaran sesuai kebutuhan siswa.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan kompetensi, tetapi juga mempererat hubungan antara IAII dan institusi pendidikan. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut guna mendorong inovasi dalam dunia pendidikan. IAII berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan dampak nyata bagi para guru, sehingga mereka semakin siap dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam proses belajar mengajar.

Interested to join our program?