Pada 31 Januari 2025 Indonesia AI Institute (IAII) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan melalui teknologi dengan sukses menyelenggarakan kegiatan AI Literacy for Teachers di SMPN 51 Bandung. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memahami serta mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ke dalam proses pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, IAII memberikan pembekalan komprehensif kepada para guru terkait konsep dasar AI, penerapannya dalam pendidikan, serta bagaimana teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, adaptif, dan inovatif.Kegiatan diawali dengan sesi registrasi dan pembukaan, diikuti dengan rangkaian penyampaian materi yang interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pengenalan AI hingga praktik langsung penggunaan tools berbasis AI dalam konteks pembelajaran.
Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Para narasumber menghadirkan berbagai studi kasus dan demonstrasi penggunaan AI untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, seperti pembuatan materi ajar, analisis kebutuhan siswa, hingga pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi. Para guru diberikan kesempatan untuk berdiskusi, bertanya, serta mencoba langsung berbagai solusi AI yang relevan dengan kebutuhan mereka di kelas.
Kepala SMPN 51 Bandung, Nur Aini, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini.Ia menyatakan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru yang sangat bermanfaat bagi para guru. “Para guru mendapatkan ilmu yang baru dan luar biasa sekali. Narasumbernya juga sangat luar biasa. Kegiatan ini sangat mengapresiasi karena memberikan ilmu baru dalam membuat perangkat pembelajaran dengan AI”.
Melalui kegiatan ini, IAII berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya dalam pemanfaatan teknologi AI. Ke depan, IAII berkomitmen untuk memperluas jangkauan pelatihan serupa ke lebih banyak institusi pendidikan, sehingga semakin banyak guru yang siap mengadopsi teknologi dalam proses pembelajaran.