Dr. Eng. Ayu Purwarianti, S.T., M.T., Peneliti Utama Pusat AI ITB sekaligus advisor Indonesia AI Institute (IAII), tampil sebagai moderator dalam sesi bergengsi bertajuk “Bridging Minds & Machines: AI, Human Connection, and Future Talent” di ajang Indonesia AI Day. Sesi ini mempertemukannya langsung dengan Jensen Huang, Founder & CEO NVIDIA, dan Prof. Stella Christie, A.B., Ph.D., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Dalam diskusi yang berlangsung penuh wawasan tersebut, Ayu Purwarianti menyampaikan tiga poin penting yang menjadi inti pesannya tentang posisi manusia dan organisasi di era kecerdasan buatan:
Pertama, manusia yang menggunakan AI akan mengalahkan manusia yang tidak menggunakannya. Kedua, organisasi yang mengadopsi AI akan melampaui organisasi yang belum melakukannya. Ketiga, negara yang memanfaatkan AI secara strategis akan melampaui negara yang absen dari transformasi ini. Ketiga prinsip tersebut menegaskan satu pesan yang konsisten: bukan AI yang menggantikan manusia, melainkan mereka yang mampu berkolaborasi dengan AI yang akan menentukan arah masa depan baik di level individu, institusi, maupun bangsa.
Kehadiran Jensen Huang memberikan perspektif global tentang arah perkembangan teknologi AI, sementara Prof. Stella Christie membawa sudut pandang kebijakan pendidikan tinggi nasional. Ayu Purwarianti, dengan latar belakangnya sebagai peneliti AI sekaligus bagian dari ekosistem IAII, menjembatani keduanya dalam diskusi yang substansif dan membumi.
Keterlibatan advisor IAII dalam forum sekelas Indonesia AI Day mencerminkan peran aktif institusi dalam mendorong percakapan strategis tentang AI di tingkat nasional. IAII terus berkomitmen untuk menghadirkan perspektif yang inklusif, kritis, dan berorientasi pada dampak nyata dan memastikan bahwa perkembangan AI di Indonesia tidak hanya mengikuti tren global, tetapi juga berakar pada kebutuhan dan nilai-nilai masyarakat Indonesia.